Jumat, 08 Februari 2013

TEMUKAN KEPRIBADIANMU


Alih-alih giliran kultum, maka postingan kali ini mengenai kepribadian. Coba diingat kembali dan dibayangkan, saat kita pergi ke kebun binatang, kita paling lama berhenti di kandang hewan apa? (Loh kok nanyanya gitu?) Eits, sebentar dulu mbasis, masbro, jangan dulu curiga. Bukan maksud menyamakan, tapi ternyata hewan favorit kita bisa ngungkapin kepribadian kita lho. Gak percaya? Gini, Kelakuan binatang-binatang yang lucu dapat membuat kita ketawa ngakak. Nah, ternyata para ahli menemukan, otak kita melepaskan zat kimia yang membangkitkan semangat ketika kita melihat binatang yang terasa istimewa bagi kita. Sekarang, mari pilih salah satu dari enam binatang di bawah ini untuk menemukan kepribadianmu.


Gajah : Kamu mempunyai kekuatan yang perlu diperhitungkan
Orang yang menyukai gajah (dan/ atau kuda nil) cenderung merasa nyaman dengan dirinya sendiri dan senang dengan prestasi-prestasi yang dicapai. Kamu selalu dipandu kompas batin dan nyaris tidak bisa dipengaruhi orang lain. Saat teman-teman mengajakmu untuk berbuat sesuatu yang kamu anggap tidak benar, maka kamu akan langsung menolaknya. Kamu memiliki kekuatan yang perlu diperhitungkan. Dengan begitu kamu tidak mudah dibuat bete oleh orang lain.


Jerapah : Kamu serius, tenang, dan selalu berpikir untuk menyenangkan orang lain
Kamu yang menyukai jerapah dibandingkan hewan-hewan lainnya, mendapat angka tinggi untuk skala introspeksi. Kamu serius, tenang, selalu berpikir panjang sebelum bertindak dan perlu banyak waktu untuk bersendiri. Riset menunjukkan, orang-orang yang bisa berpikir jernih di saat sulit mempunyai tekanan darah yang lebih rendah dan berkemungkinan lebih kecil mendapat serangan jantung. Tapi tidak berarti kamu tak bisa bersikap tegas. Kamu tak pernah ragu mengemukakan pendapatmu tentang sesuatu kendati pun tahu, kemungkinan ditentang atau tidak disetujui di saat orang-orang yang kamu sayangi perlu bantuan.


Monyet : Kamu penuh energi
Dalam tes, ketika orang-orang ditanya mengapa memilih hewan tertentu, para penggemar monyet mengatakan, monyet mempunyai energi tinggi. Kamu seperti tak pernah kehabisan energi dan bahkan sedikit tidak sabar. Kamu tak perlu banyak waktu untuk istirahat dan lebih suka selalu terlibat dalam aktivitas. Dalam mengerjakan segala sesuatu, apakah itu tugas dari guru/dosen atau hanya sekedar menyapu lantai, kamu menjalankannya dengan tempramen ‘mari kita selesaikan’. Hasilnya, kamu selalu berada di depan.


Anjing Laut : Kamu ekstrovert
Orang-orang yang menyukai anjing laut adalah ekstrovert yang tidak pemalu. Kamu tak pernah kesulitan mengungkapkan dirimu, bisa berteman dengan mudah dan senang menjadi sorotan. Kamu menerima dan mengatasi semua tantangan yang dilemparkan hidup dengan penuh semangat. Sikapmu yang ramah, senang bertemu dan ngobrol dengan orang-orang juga dengan orang yang baru dikenal, membuat kamu mudah mendapat dukungan dari semua orang.


Beruang : Kamu pengasuh yang penuh kasih sayang
Orang yang menyukai beruang betina  merasa mempunyai sifat yang sama : pengasuh sekaligus pelindung yang luar biasa tangguh. Kamu akan melakukan apa saja untuk melindungi saudara atau teman-teman yang kamu sayangi. Tapi jangan gara-gara ingin melindungi segengmu, kamu malah bikin bete teman yang lain.


Singa : Kamu pemimpin yang gagah berani
Dalam sebuah tes, sejumlah perempuan ditunjukkan gambar beberapa jenis hewan. Perempuan yang memilih singa (dan/ atau macan) mempunyai self-esteem yang paling tinggi. Kamu tegas, percaya diri, dan melindungi orang-orang yang kamu sayangi dengan keberanian yang luar biasa. Itu sebabnya kamu menyukai singa (dan/ atau macan) yang dijuluki raja rimba. Kamu mandiri dan mengemukakan pendapatmu secara terus terang. Tidak heran jika kamu berminat untuk ikut pemilihan ketua kelas, ketua OSIS, ketua HMJ, dsb. Apalagi di saat kamu bersuara, semua teman mendengarkan.


Sekarang kamu sudah tahu kan sedikit tentang kepribadianmu berdasarkan binatang yang membuat kamu happy




Sumber :
Olivia, Femi. 2009. Selamat Tinggal Bete. Elex Media Komputindo. Jakarta

Kamis, 07 Februari 2013

PERJUANGAN DAN MIMPI


Bukan hobi yang memaksaku untuk membaca novel. Hanya karena belum ada kesibukan ngampus yang begitu menyita waktu, jadi kuluangkan untuk melirik novel “Ma Yan” karya Sanie B. Kuncoro. Setelah dibaca ulasan novel yang tertera di bagian belakang buku tersebut, akhirnya timbulah rasa penasaran untuk membacanya. Nah, ini ulasannya :

Ma Yan terlahir sebagai anak tertua di keluarga miskin yang tinggal di Zhangjiashu, China. Saking miskinnya wilayah itu, bahkan beberapa keluarga di sana hanya berpenghasilan 120 yuan atau sekitar 15 dolar setahun. Namun, semangat Ma Yuan yang luar biasa tidak membiarkan apa pun atau siapa pun menghalangi keinginannya meraih ilmu. Tidak hanya harus berlapar-lapar agar bisa membeli peralatan tulis, dia juga harus berani menantang kebiasaan lingkungannya. Sebab, di lingkungannya hanya anak lelaki yang umumnya bisa ke sekolah.

Kubuka dan kubaca halaman demi halaman. Belum aku temukan sesuatu yang “wow” ketika masih halaman awal karena terdapat sejarah yang sedikitnya membosankan untuk kubaca. Lagi-lagi berdalih hehe. Tapi dengan sendirinya, rasa bosan itu segera kuhilangkan. Karena sebuah cerita jika dilewatkan satu paragraf saja, kesananya bakalan ngawur. Lanjut ya, di halaman berikutnya mulailah novel ini mengisahkannya.
Ada hal-hal menarik yang dapat diambil dari novel tersebut. Perjuangan untuk meraih ilmu ternyata tidak semudah yang kita bayangkan. Lebih bersyukurlah bagi kita yang memang terlahir dengan keluarga yang berkecukupan. Di pelosok sana, masih banyak orang-orang yang haus akan pendidikan, namun sulit untuk mendapatkan pendidikan tersebut. Baik itu karena kondisi ekonomi yang berkekurangan, maupun akses ke tempat sekolah yang jauh yang harus ditempuh sampai berkilo meter.
Itulah pendidikan. Siapa yang tak tahu bahwa memang ada orang-orang di belakang kita yang setia memperjuangkannya. Sebut saja ayah dan ibu. Lewat mereka kita bisa sampai dengan pendidikan kita saat ini. Yang perlu kita yakini, bahwa di suatu belahan bumi, pada salah satu sudut terjauh yang terabaikan, ada sepasang tangan ibu yang dengan segala keterbatasannya berjuang sepenuh daya membuka pintu pendidikan bagi anak-anaknya. Tangan itu digerakkan oleh suatu keyakinan bahwa membuka pendidikan adalah jalan melepaskan diri dari kesengsaraan dan ketertindasan. Perjuangan itu sangatlah tidak mudah, menguras kekuatan fisik, menderakan penderitaan, menggoyahkan, dan mengundang rasa putus asa di setiap langkah.
Demikian sinopsis novel Ma Yan. Lain waktu kita sambung kembali dengan novel-novel yang tentunya menginspirasi hidup kita.

Sabtu, 12 Januari 2013

PISANG AROMA YUMMII

Yummiiiii...

Untuk pertama kalinya saya mencoba membagi resep membuat Pisang Aroma di blog saya. Ide ini timbul saat saya membuatnya. Berikut resepnya :
Bahan-bahan :
1.        7 buah Pisang Kapas/ Pisang Nangka, Pisang Tanduk, belah dua
2.        15 lembar kulit lumpia
3.        1 ons gula pasir
4.        1 ons meses
5.        Minyak goreng secukupnya
Cara Membuat :
1.        Siapkan kulit lumpia, letakkan potongan pisang, taburi gula pasir, dan meses.
2.        Gulung dan padatkan.
3.        Goreng pisang hingga berwarna kuning kecoklatan.
4.        Angkat, tiriskan, dan sajikan selagi hangat.

Selamat mencoba J

Jumat, 11 Januari 2013

PEMIMPIN DAN KEPEMIMPINAN


Kita sudah sering mendengar istilah pemimpin dan kepemimpinan. Sejauh ini yang kita tahu bahwa pemimpin itu seorang yang membawahi banyak orang. Pemimpin itu orang yang memegang amanah. Pemimpin itu pribadi yang mempunyai kecakapan, dan sebagainya.
Mari kita tengok pengertian pemimpin menurut beberapa ahli. Menurut Kartini Kartono (1994: 33) Pemimpin adalah seorang pribadi yang memiliki kecakapan dan kelebihan khususnya kecakapan dan kelebihan di satu bidang, sehingga dia mampu mempengaruhi orang lain untuk bersama-sama melakukan aktivitas-aktivitas tertentu demi pencapaian satu atau beberapa tujuan.
Sedangkan menurut Miftah Thoha dalam bukunya Perilaku Organisasi (1983: 255), Pemimpin adalah seseorang yang memiliki kemampuan memimpin, artinya memiliki kemampuan untuk mempengaruhi orang lain atau kelompok tanpa mengindahkan bentuk alasannya.
Dalam surat Al-Ahzab ayat 21 :
لَّقَدْكَانَلَكُمْفِىرَسُولِاللَّـهِأُسْوَةٌحَسَنَةٌلِّمَنكَانَيَرْجُوا۟اللَّـهَوَالْيَوْمَالْءَاخِرَوَذَكَرَ اللَّـهَ كَثِيرًا
Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu, (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan ia banyak menyebut Allah.” (Al-Ahzab :21)

Kepemimpinan dapat diartikan sebagai proses mempengaruhi dalam menentukan tujuan organisasi, memotivasi perilaku pengikut untuk mencapai tujuan, mempengaruhi untuk memperbaiki kelompok dan budayanya. Selain itu juga mempengaruhi interpretasi mengenai peristiwa-peristiwa para pengikutnya, pengorganisasian dan aktivitas-aktivitas untuk mencapai sasaran, memelihara hubungan kerjasama dan kerja kelompok, perolehan dukungan dan kerjasama dari orang-orang di luar kelompok atau organisasi[1].
Praktik kepemimpinan berkaitan dengan mempengaruhi tingkah laku dan perasaan orang lain baik secara individual maupun kelompok dalam arahan tertentu, sehingga melalui kepemimpinan meurujuk pada proses untuk membantu mengarahkan dan memobilisasi orang atau ide-idenya.
Kepemimpinan adalah fenomena yang kompleks karena merupakan gejala kemanusiaan yang universal (Bass, 1981:56). Juga kepemimpinan merupakan salah satu masalah yang banyak diamati gejalanya di dunia ini (Burns, 1978:47). Belakangan ini masalah kepemimpinan semakin menarik perhatian banyak kalangan, dalam kajian manajemen kontemporer, sebab kepemimpinan memiliki dimensi yang luas. Kepemimpinan tidak hanya berani memimpin terhadap manusia, tetapi juga memimpin terhadap perubahan. Seorang pemimpin tidak hanya mempengaruhi bawahan tetapi juga sebagai inspirasi dan motivasi bawahannya.
Para ahli mengemukakan tentang definisi kepemimpinan menurut sudut pandang masing-masing, perbedaan sudut pandang inilah yang kemudian berimplikasi pada penekanan makna terhadap kepemimpinan.
Kepemimpinan menurut Hersey et al (1996: 147), mengemukakan definisi tentang kepemimpinan bahwa kepemimpinan adalah kemampuan untuk mempengaruhi, menggerakkan dan mengarahkan suatu tindakan pada diri seseorang, untuk mencapai tujuan tertentu pada situasi tertentu.
Implikasi dari beberapa definisi di atas dapat disimpulkan bahwa seorang pemimpin harus memiliki kemampuan untuk mengarahkan dan mempengaruhi orang lain dalam pencapaian tujuan.
Dalam Islam kepemimpinan identik dengan istilah khalifah yang berarti wakil. Pemakaian kata khalifah setelah Rasulullah Saw. wafat menyentuh juga maksud yang terkandung di dalam perkataan amir atau penguasa. Jika merujuk kepada firman Allah SWT dalam surat Al-Baqarah : 30 yang berbunyi :
øŒÎوَإِذْقَالَرَبُّكَلِلْمَلٰٓئِكَةِإِنِّىجَاعِلٌفِىالْأَرْضِ خَلِيفَةً
Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat: "Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi.(Al-Baqarah : 30)

Maka kedudukan nonformal khalifah juga tidak dipisahkan lagi. Perkataan khalifah dalam ayat tersebut tidak hanya ditujukan kepada para khalifah sesudah nabi, tetapi adalah penciptaan Nabi Adam a.s yang disebut sebagai manusia dengan tugas untuk memakmurkan bumi yang meliputi tugas menyeru orang lain berbuat amar maruf dan mencegah dari perbuatan munkar.
Sebagaimana firman Allah SWT dalam surat An-Nisa ayat 59 :
يٰٓأَيُّهَاالَّذِينَ ءَامَنُوٓا۟ أَطِيعُوا۟اللَّـهَ وَأَطِيعُوا۟الرَّسُولَ وَأُو۟لِىالْأَمْرمِنكُمْ 
Hai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul (nya), dan ulil amri di antara kamu. (An-Nisa : 59)
Sedangkan dalam surat An-Nisa ayat 83 :
وَإِذَاجَآءَهُمْأَمْرٌمِّنَالْأَمْنِأَوِالْخَوْفِأَذَاعُوا۟بِهِۦۖوَلَوْرَدُّوهُإِلَىالرَّسُولِوَإِلَىٰٓأُو۟لِىالْأَمْرِمِنْهُمْلَعَلِمَهُالَّذِينَيَسْتَنۢبِطُونَهُۥمِنْهُمْۗوَلَوْلَافَضْلُاللَّـهِعَلَيْكُمْوَرَحْمَتُهُۥلَاتَّبَعْتُمُالشَّيْطٰنَإِلَّاقَلِيلًا 
Dan apabila datang kepada mereka suatu berita tentang keamanan ataupun ketakutan, mereka lalu menyiarkannya. dan kalau mereka menyerahkannya kepada Rasul dan ulil Amri[322] di antara mereka, tentulah orang-orang yang ingin mengetahui kebenarannya (akan dapat) mengetahuinya dari mereka (rasul dan ulil Amri)[323]. kalau tidaklah Karena karunia dan rahmat Allah kepada kamu, tentulah kamu mengikut syaitan, kecuali sebahagian kecil saja (di antaramu).
Nah, jadi dapat disimpulkan bahwa pemimpin merupakan pribadi yang mampu mempengaruhi kelompoknya agar melakukan aktivitas dalam pencapaian tujuan. Sedangkan kepemimpinan adalah proses mempengaruhi, menggerakkan, memotivasi perilaku pengikut untuk mencapai tujuan.


DAFTAR PUSTAKA

Marbun., Mahfud, Moh. Pokok-pokok Kepemimpinan. Liberty. Yogyakarta. 2006.
Rivai., Veithzal. Kepemimpinan dan Perilaku Organisasi. Rajawali Pers. Jakarta. 2008.
Umam., Khaerul. Perilaku Organisasi. Pustaka Setia. Bandung. 2010.







[1] Veithzal Rivai, Kepemimpinan dan Perilaku Organisasi, Rajawali Pers, Jakarta, 2008, hlm.97

Minggu, 06 Januari 2013

DULU, KINI DAN NANTI


Panorama Pantai Sindangkerta

Potret alam…
Kiranya kutemukan disini
Senyum simpul dan ketulusannya
Jejak-jejak langkah dan melodi lalala
5 Tahun silam kupijakkan kaki di Tanah ini.
Pun sekarang demikian
Dulu, kini dan nanti
Tetap kudengarkan deburan ombaknya.
Tetap kurasakan hangatnya pasir pantai dan hilir angin yang menembus sukma.
Tak pernah kudapati jemu atau apalah sebutannya
Potret Alam…Kapan aku sedamai ini?


Pada kesempatan kali ini saya mengajak akang dan teteh untuk memanjakan matanya lewat panorama alam yang satu ini. Ya, pantai Sindangkerta sebutannya. Pantai ini masih jarang dikunjungi olah para wisatawan, baik lokal maupun asing. Oleh karenanya, wajar jika pantai ini dikenal masih perawan.
Pantai Sindangkerta berada di wilayah bagian selatan Kabupaten Tasikmalaya. Lokasinya berjarak sekitar 2 jam dari rumah penulis. Meskipun jarak tempuhnya cukup jauh, tetapi justru perjalanan tersebutlah yang membuat kita menikmatinya. Untuk sampai di pantai tersebut, bisa ditempuh dengan menggunakan kendaraan umum maupun kendaraan pribadi. Berikut adalah foto-foto saya di pantai Sindangkerta ^_^ :


Menanti ombak

Merasakan panasnya pasir pantai di bawah terik matahari

Menyusuri Pantai
Thank's to fiex Paparazzi untuk foto-fotonya

Nah…Buat akang dan teteh tidak ada salahnya menempatkan pantai Sindangkerta ini dalam urutan liburannya. Saya jamin Akang dan Teteh tidak akan menyesal. :)

Kamis, 03 Januari 2013

MEMORI MASA KECIL


Foto ini sengaja saya scan dari album foto jadul. Meskipun sedikit buram, tapi esensinya tak pernah hilang. “MEMORI MASA KECIL DULU” ketika acara Kenaikan Kelas di Madrasah At-Taqwa.
Lucu nih pas pake baju pink. Sengaja ngejait biar samaan sama yang lain

Foto bareng Mbak Erna

Sewaktu Nadoman. Itu keliatan grogi karena mik atau difoto ya?
Kalau saya ingat masa-masa itu, Subhanallah sekali. Bagaimana rempongnya ketika hendak persiapan pentas. Bagaimana rewelnya ketika saya ingin difoto. Bagaimana pun saya ingat, saya grogi kalau harus dekat dengan mikrofon. Malu juga ternyata karena ada sebagian hal yang sampai sekarang tetap menjadi kebiasaan. Coba lihat wajah-wajah polos ini sekarang sudah beranjak dewasa. Bajunya pun saya tidak ingat lagi kepada siapa saya memberinya.

Barangkali untuk sebagian orang berpikir tidak penting untuk memposting “Memori masa lalu” dan menganggap krik-krik (istilah gahol yang artinya tidak jelas) apa yang saya posting ini. Tidak apa sob. Tapi ada manfaat ketika kita mengingat memori masa kecil yang salah satunya itu pelepas stres atau menghilangkan energi-energi negatif dalam hidup lewat pengalaman dan sensasi nostalgia masa kecil.
Monggo dicoba. Dilihat lagi foto-foto dalam album kenangannya. J

Halaman

Halaman

 
Copyright Jejak-jejak Terekam 2009. Powered by Blogger.Designed by Ezwpthemes .
Converted To Blogger Template by Anshul .